Kamis, 30 Juni 2011

Siapakah Yesus Kristus?


YESUS ADALAH FIRMAN ALLAH DAN ANAK ALLAH

A. YESUS ADALAH FIRMAN ALLAH
Ayat Hafalan:
"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan
kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan
kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan
kebenaran" (Yohanes 1:14)
Sebagaimana Anda pelajari dalam Yohanes 1:1-14, Anda akan membaca
istilah "Firman". Mungkin ada pertanyaan dalam pikiran Anda, "Siapakah
atau apakah Firman itu?" Ayat hafalan di atas memberikan jawaban bahwa
Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita. Karena hal
ini, setiap orang bisa mengetahui dengan pasti bahwa Firman tersebut
adalah Yesus. Tetapi mengapa Yesus disebut Firman? Allah mengirim
Yesus dengan tujuan supaya pesan-pesan-Nya diketahui oleh manusia.
Melalui Yesuslah kita mengetahui hal-hal yang ada dalam hati Allah,
yaitu melalui pengajaran-Nya, tindakan-Nya dan terutama dari sifat-
sifat-Nya. Yesus itulah penggenapan pesan Allah, bahkan Yesus itulah
pesan Allah sendiri, yaitu Firman-Nya. Dia adalah pesan Allah untuk
semua orang di segala zaman. Jadi, kita melihat bahwa "Firman" adalah
satu dari beberapa nama untuk menyebutkan Yesus. Sekarang, lihatlah
beberapa kebenaran agung tentang Allah yang Yesus perlihatkan kepada
kita sebagaimana diungkapkan firman Allah.
1. Yesus Mengungkapkan Sifat Alamiah Allah yang Benar
Yesus berkata, "Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat
Bapa" (Yohanes 14:9). Banyak orang mempunyai pertanyaan ini dalam
hati mereka, "Apa sifat alamiah Allah yang benar?" Tidak mungkin
untuk menggambarkan dengan tepat sifat alamiah dari seseorang,
apalagi bila orang itu adalah Allah. Akan jauh lebih baik jika kita
bisa melihat orang tersebut. Itulah yang telah terjadi dalam diri
Yesus. Allah membiarkan kita melihat diri-Nya dalam Yesus Kristus.
Nabi-nabi dalam PL telah mencoba beberapa cara yang berbeda
untuk menerangkan sifat alamiah Allah yang benar pada manusia.
Yang mereka katakan adalah benar, tapi mereka tidak pernah
sanggup menerangkan segalanya tentang Allah. Ini hanya bisa
diketahui dengan melihat Allah sendiri. Dan kini, manusia bisa
melihat Allah seutuhnya dalam diri Yesus Kristus. Yesus adalah
firman Allah untuk manusia sehingga manusia boleh sungguh-sungguh
mengetahui sifat alamiah Allah.
2. Yesus Menunjukkan Rencana Allah untuk Keselamatan Manusia
Setiap manusia merasakan kebutuhan yang sama akan Allah dalam
hatinya. Mereka mengetahui bahwa mereka telah berdosa terhadap
Allah. Mereka tahu bahwa dosa menjadi penghalang antara manusia dan
Allah. Mereka mulai berpikir, "Bagaimana saya bisa membuat hal-hal
yang benar antara saya dengan Allah?" Dalam usaha mereka melakukan
hal-hal yang benar, mereka melakukan hal-hal yang berbeda. Beberapa
orang menyembah pada nenek moyang mereka. Beberapa menyembah dewa-
dewa yang terbuat dari kayu dan batu. Beberapa orang membunuh
binatang untuk sebuah persembahan. Sebagian orang mengikuti
pengajaran-pengajaran manusia. Semuanya itu tidak ada yang benar.
Jika seorang manusia menginginkan keselamatan dari Allah, dia tidak
boleh mengikuti pikiran-pikirannya atau pikiran-pikiran manusia
yang lain. Dia harus belajar dan mengikuti rencana Allah.
Yesus adalah firman Allah yang melalui-Nya manusia beroleh jalan
kebenaran bagi keselamatan dirinya. Yesus berkata, "Akulah jalan
dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada
Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6).
3. Yesus Menunjukkan Kehendak Allah untuk Hidup Orang-orang Kristen
Anda sudah melihat bahwa Yesus adalah firman Allah untuk manusia
yang menunjukkan rencana keselamatan Allah kepada manusia. Yesus
adalah juga firman Allah untuk manusia yang telah selamat. Jadi,
manusia yang sudah diselamatkan tersebut bisa mengetahui bagaimana
seharusnya dia hidup. Orang-orang Kristen seharusnya membaca
Alkitab dengan saksama. Mereka seharusnya mempelajari kehidupan
Yesus. Kehendak Allah, di atas segala-galanya, telah dinyatakan
dalam hidup Yesus. Ketika Yesus berpikir tentang penderitaan besar
yang akan dialami di atas kayu salib, Dia berdoa pada Allah, "Ya
Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari
pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan
seperti yang Engkau kehendaki" (Matius 26:39). Jika ada cara untuk
melarikan diri dari penderitaan di atas kayu salib, Yesus mau
melarikan diri. Tetapi hasrat melakukan kehendak Allah lebih besar
daripada keinginan untuk melarikan diri dari penderitaan yang akan
datang. Karena Yesus meletakkan kehendak Allah di atas keinginan
sendiri, ada jalan keselamatan untuk kita pada hari ini.
Kita juga harus mengingat hal ini. Yesus adalah firman Allah untuk
semua manusia. Dia tidak hanya menerangkan pada manusia bahwa
mereka harus mematuhi Allah, tapi Dia menunjukkan pada mereka
bagaimana harus mematuhi Allah. Mereka harus melakukan itu dengan
meletakkan keinginan Allah di atas semua keinginan dalam hidup
mereka.
4. Yesus Menunjukkan Kebenaran mengenai Kehidupan Sesudah Kematian
Seorang guru tidak bisa mengajarkan mata pelajaran yang sulit
kepada anak-anak sekolah dasar. Mereka baru mulai belajar. Oleh
karena itu, pertama kali mereka akan belajar hal-hal yang
sederhana. Kemudian bila mereka belajar dengan baik, mereka siap
untuk belajar hal-hal yang lebih tinggi. Perjanjian Lama (PL)
adalah seperti sekolah dasar. Permulaan kebenaran yang agung yang
diajarkan dalam PL dan kebenaran-kebenaran lain perlu untuk
dipelajari dengan baik. Tapi dalam Yesus kita memperoleh pengertian
yang lebih banyak tentang Allah dan hidup sesudah kematian.
Pengajaran mengenai hidup sesudah mati lebih jelas dalam Perjanjian
Baru (PB) daripada dalam PL. Yesus adalah firman Allah yang membuat
kebenaran-kebenaran ini menjadi jelas bagi kita. Jika kita ingin
mengerti segala sesuatu mengenai kehidupan sesudah kematian, kita
harus mempelajari apa yang Dia ajarkan.
5. Yesus adalah Firman Allah yang Terakhir Bagi Manusia
Bila kebenaran telah diberitakan, hal yang lain tidak perlu
ditambahkan. Allah telah berbicara tentang kebenaran yang penuh
melalui keselamatan dan hidup orang Kristen dalam Yesus Kristus.
Dalam Kolose 1:15, mengenai Yesus kita membaca, "Ia adalah gambar
Allah yang tak kelihatan." Allah telah ditunjukkan dengan sempurna
dalam Yesus Kristus. Jadi, jika manusia ingin mengetahui kebenaran
tentang Allah, dia harus belajar kebenaran ini dari Yesus Kristus.
Orang lain berkata, "Tapi Allah memberitahukan pada kami lebih
daripada tulisan yang ada dalam Alkitab. Kami mempunyai Alkitab dan
kebenaran yang ditambahkan." INI ADALAH SUATU KEBOHONGAN. Hal-hal
yang telah Allah tunjukkan tentang diri sendiri sudah dilengkapi
dengan sempurna dalam Yesus Kristus.
Jika sebuah gambar telah sempurna dilukis, apa saja yang
ditambahkan atau diambil akan merusak gambar itu. Allah telah
digambarkan secara sempurna dalam diri Yesus. Kapan saja seseorang
mencoba mengambil atau menambahkan sesuatu pada gambar Allah, yang
kita lihat dalam Yesus Kristus, maka dia sedang merusak gambar
Allah itu.
Allah telah berbicara dengan jelas tentang mereka yang mencoba
mengubah Alkitab dengan cara apa pun juga. Dalam buku terakhir di
Alkitab, dibuat jelas bahwa seseorang yang datang dengan
"penambahan" tidak datang dari Allah. "Aku bersaksi kepada setiap
orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini:
'Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini,
Allah akan menambahkan kepadanya melapetaka-malapetaka yang
tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan
sesuatu dari perkataan- perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah
akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus,
seperti yang tertulis di dalam kitab ini'" (Wahyu 22:18-19).

B. YESUS ADALAH ANAK ALLAH
Ayat Hafalan:
Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak
yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Matius 3:17)
Beberapa orang mungkin berkata begini, "Kami setuju bahwa Yesus adalah
Anak Allah. Mengapa? Karena semua manusia adalah anak Allah. Allah
telah menciptakan kita semua dan Dia Bapa kami di surga." Hal ini
tidak seperti apa yang diajarkan Alkitab mengenai Yesus sebagai Anak
Allah. Alkitab mengajarkan bahwa Yesus adalah satu-satunya Anak Allah.
Tidak ada, dan tidak akan pernah ada yang lain yang dihubungkan dengan
Anak Allah seperti Yesus.
1. Yesus tidak Mempunyai Ayah Secara Dunia
Bacalah dengan saksama Matius 1:18-25 dan Lukas 1:26-35. Dari ayat-
ayat ini, kita belajar hal-hal berikut. Yusuf dan Maria
merencanakan pernikahan. Kemudian Malaikat Gabriel menampakkan diri
kepada Maria dan berbicara kepadanya bahwa dia akan mempunyai anak.
Maria menjawab bahwa ini tidak mungkin karena dia seorang perawan.
Gabriel menjelaskan kepadanya bahwa Roh dari Tuhan akan datang ke
atasnya dan anak itu akan menjadi Putra Allah. Ketika Yusuf
mendengar bahwa Maria telah mengandung seorang bayi, Yusuf
berencana untuk memutuskan pertunangan. Akan tetapi, seorang
malaikat menampakkan diri kepada Yusuf dalam mimpi dan menjelaskan
kepadanya bagaimana Maria menjadi hamil. Kemudian Yusuf mengambil
Maria sebagai istrinya, tetapi mereka tidak hidup bersama-sama
sebagai suami istri sampai Yesus dilahirkan. Kita melihat bahwa
Yesus tidak mempunyai ayah secara duniawi karena Maria telah hamil
dari Roh Allah.
2. Malaikat Gabriel menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah
Bacalah lagi Lukas 1:35, "Jawab malaikat itu kepadanya: Roh Kudus
akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi
engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut
kudus, Anak Allah." Dari kata-kata Malaikat Gabriel itu, siapakah
Yesus? Kita segera melihat bahwa hanya ada satu jawaban, Yesus
adalah Anak Allah. Beberapa orang mencoba menjadi sangat bijak dan
mengajukan banyak pertanyaan mengenai siapa Yesus. Malaikat dari
surga tidak mempunyai pertanyaan tentang hal ini. Malaikat Gabriel
tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah.
3. Yohanes Pembaptis Menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah
Bacalah Yohanes 1:29-34 dan pelajarilah ayat-ayat ini. Allah telah
mengirim Yohanes Pembaptis untuk menyiapkan hati manusia supaya
mereka menerima Yesus, Juru Selamat yang dijanjikan. Yohanes
Pembaptis menjadi pembuka jalan dengan memanggil manusia untuk
bertobat (menyesal atas dosa-dosa dan berpaling dari dosa-dosa).
Allah juga menceritakan kepada Yohanes Pembaptis bagaimana dia akan
bisa mengenali Penyelamat yang dijanjikan bila Dia datang.
Bagaimana Yohanes Pembaptis mengetahui-Nya? Bacalah ayat 33. Ia
akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya
dan kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan. Ketika Yohanes Pembaptis
melihat Roh Allah turun dan tinggal di atas Yesus, Yohanes
Pembaptis langsung mengetahui Yesus adalah Juru Selamat yang
dijanjikan.
4. Allah Sendiri Menyatakan bahwa Yesus Anak Allah
Ayat-ayat berikut mengajar kita dengan sangat jelas. "Sesudah
dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga
langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati
turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang
mengatakan, 'Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku
berkenan'" (Matius 3:16-17). Di bagian lain disebutkan pula, "Dan
tiba-tiba, sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang
menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang
berkata, 'Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan,
dengarkanlah Dia'" (Matius 17:5). Demikian pula ayat ini, "Maka
datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar
suara: Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia'" (Markus 9:7).
Lalu, "Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi
mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka"
(Lukas 9:34-35). Murid-murid mengerti dengan jelas bahwa suara yang
mereka dengar adalah suara Tuhan. Bertahun-tahun kemudian ketika
Petrus sedang menulis hal-hal yang terjadi di atas Gunung
Transfigurasi (gunung tempat Yesus nampak dalam terang yang
berkilau-kilauan), dia berkata bahwa Yesus telah menerima
kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa. Mereka mendengar suara
yang berkata, "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku
berkenan" (2Petrus 1:17-18). Allah ingin manusia mengerti siapa
Yesus.
5. Roh-roh Jahat Menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah
Ada beberapa contoh dalam Alkitab tentang roh-roh jahat yang
mengenal Yesus dan berkata bahwa Dia adalah Anak Allah. Marilah
kita lihat dua contoh ini. Bacalah Lukas 8:26-39. Dalam ayat-ayat
ini, iblis-iblis menyatakan bahwa Yesus adalah seorang yang
mempunyai kuasa menghancurkan mereka. Sekarang, baca juga Markus
1:23-27. Di sini roh jahat berkata bahwa Yesus adalah yang kudus
dari Allah. Perhatikan bahwa Yesus memerintahkan roh jahat untuk
diam. Dia tidak ingin Setan atau orang-orang yang dipenuhi oleh roh
Setan menanyakan siapakah yang seharusnya menceritakan tentang
Yesus. "Pulanglah ke rumahmu dan ceritakanlah segala sesuatu yang
telah diperbuat Allah atasmu." Orang yang disuruh Yesus itupun
pergi mengelilingi seluruh kota dan memberitahukan segala apa yang
telah diperbuat Yesus atas dirinya (Lukas 8:39). Kehidupan orang
itu dibuat menjadi benar oleh kuasa Yesus. Dan orang-orang seperti
dialah yang diinginkan Yesus untuk menceritakan kepada orang lain
tentang Dia.
6. Murid-murid Menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah
Bacalah Matius 16:13-17. "Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-
Nya: 'Apakah kamu tidak mau pergi juga?' Jawab Simon Petrus kepada-
Nya: 'Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah
perkataan hidup yang kekal: dan kami telah percaya dan tahu, bahwa
Engkau adalah Yang Kudus dari Allah'" (Yohanes 6:67-69). Murid-
murid telah hidup dengan Yesus selama kira-kira tiga tahun. Mereka
mengamati kehidupan-Nya secara dekat. Mereka telah mendengarkan
pengajaran-Nya tentang hal-hal yang luar biasa mengenai Allah.
Mereka telah melihat hidup-Nya yang tanpa dosa. Mereka telah
melihat mujizat-mujizat besar (pekerjaan-pekerjaan yang
menakjubkan) yang Dia lakukan. Karena hal-hal ini, mereka tahu
bahwa Yesus adalah benar-benar Anak Allah.
7. Yesus Sendiri Menyatakan bahwa Dia adalah Anak Allah
Ketika Yesus di pengadilan, orang-orang mendengar kesaksian-
kesaksian dan keterangan-keterangan di mana tak seorang pun
menemukan orang yang bisa membuktikan bahwa Yesus bersalah dan
melakukan dosa. Mereka mengajukan pertanyaan ini pada Yesus,
"Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?" Yesus memberikan
jawaban yang sangat berterus terang, "Akulah Dia" (Markus 14:60-
62). Jika Yesus berkata bahwa dia bukan Anak Allah, kemungkinan
hidup-Nya tidak akan berakhir. Namun, Dia menolak berdusta tentang
hal itu. Dia ingin orang mengerti bahwa Dia adalah Anak Allah.
8. Kebangkitan Yesus dari Kematian Menunjukkan bahwa Dia Anak Allah
Ketika Yesus bersama dengan murid-murid-Nya, kerap kali Dia
menceritakan kepada mereka bahwa Dia akan dibunuh dan pasti akan
bangkit dari kubur pada hari ketiga. "Sejak waktu itu, Yesus mulai
menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem
dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam
kepala, dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada
hari ketiga" (Matius 16:21). "Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku
memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun
mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut
kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa
mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku
(Yohanes 10:17-18). Bacalah juga Yohanes 2:18-22, musuh-musuh Yesus
juga mendengarkan kata-kata ini. Itulah sebabnya, mungkin mereka
melakukan segala-galanya untuk menghentikan kebangkitan Yesus.
Mereka meletakkan sebuah batu yang sangat besar di pintu masuk dari
gua di mana tubuh Yesus dikubur. Mereka minta prajurit-prajurit
untuk menjaga pintu masuk. Kekuatan manusia tidak pernah bisa
menghentikan pekerjaan Allah. Yesus bangkit dari kematian seperti
yang telah Dia katakan. Kebangkitan-Nya membuktikan bahwa Dia
berbicara benar. Itu bukti bahwa Dia adalah sungguh-sungguh Anak
Allah. Dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya
dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa
atas kematian (Roma 1:4).
Alkitab sangat jelas berbicara tentang Yesus. Dulu dan sekarang, Dia
adalah Anak Allah. Mengatakan bahwa hal ini tidak benar berarti
mengatakan bahwa firman Allah tidak benar. Marilah kita menerima
kebenaran tentang Yesus dan memercayai-Nya selalu sebagai Anak Allah
dan Juru Selamat.

Senin, 27 Juni 2011

Siapakah Yesus Kristus?


YESUS ADALAH PENGGENAPAN NUBUATAN PERJANJIAN LAMA                            
A. YESUS ADALAH ANAK DOMBA ALLAH YANG DINUBUATKAN
Pada pelajaran pertama ini, Anda akan mempelajari Yesus Kristus
sebagai Anak Domba Allah yang disebutkan dalam kitab PL. Pada masa
itu, domba digunakan sebagai korban penghapus dosa (korban yang
dibunuh dan diletakkan di atas mezbah) yang sifatnya tidak kekal
(karena harus dilakukan setiap tahun). Tetapi Yesus yang adalah Allah
sendiri turun ke dalam dunia menjadi Anak Domba untuk dikorbankan
sebagai penghapus dosa yang sifatnya kekal, karena dilakukan satu kali
untuk selamanya. Di samping itu, Anda juga akan belajar bagaimana
kitab PL telah berbicara mengenai prosesi kedatangan Anak Domba Allah
ke dalam dunia dan bagaimana kitab Perjanjian Baru (PB) menunjukkan
bahwa nubuat-nubuat ini digenapi dalam diri Yesus Kristus. Anda perlu
ingat bahwa para nabi PL hidup dan berbicara ratusan tahun sebelum
Yesus lahir. Mereka berbicara sebagaimana Tuhan mengajar mereka
melalui Roh Kudus. Dan hal-hal yang mereka katakan itu benar-benar
terjadi.
Ayat Hafalan:
   "Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan
    ia berkata: "Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa
    dunia." (Yohanes 1:29)
Yohanes Pembaptis mengatakan secara langsung bahwa Yesus adalah "Anak
Domba Allah". Kata-kata tersebut mempunyai arti yang besar bagi para
pendengarnya karena seekor domba mempunyai fungsi sebagai korban
penghapus dosa mulai dari zaman PL hingga saat Yohanes mengeluarkan
perkataan itu. Jika Anda ingin mengerti dengan benar gambaran yang
diberikan kepada Yesus ini dan apa yang sudah Dia perbuat untuk umat
manusia, maka kita harus belajar tentang korban anak-anak domba dalam
PL.
1. Perlunya Sekor Domba
   Dalam PL, ada banyak perintah yang diberikan Allah kepada umat-Nya.
   Ada hal-hal tertentu yang tidak boleh mereka lakukan. Ada juga hal-
   hal yang harus mereka lakukan. Bila seseorang mengetahui kehendak
   Allah dan menolak untuk menaatinya, orang tersebut berdosa terhadap
   Allah. Dosa adalah penolakan untuk melakukan kehendak Allah
   karena kita memilih melakukan kehendak kita sendiri.
   Sebagai contoh, bayangkanlah seandainya ada seorang laki-laki yang
   hidup pada masa PL. Laki-laki ini telah berdosa terhadap Allah.
   Sesudah berdosa, dia sangat menyesal dan mulai berpikir, "Apa yang
   harus saya perbuat?" Lalu dia pergi kepada Imam dan berkata, "Saya
   telah berdosa melawan Allah. Apa yang harus saya perbuat?"
   Imam itu akan menjelaskan kepadanya bahwa dosa adalah suatu hal
   yang sangat serius bagi Allah. Orang itu harus dihukum atau harus
   ada orang lain yang menggantikan hukuman bagi dosa-dosanya. Yang
   jelas, dosa membawa akibat, yaitu hukuman. Selanjutnya, imam akan
   memberitahukan kepadanya bahwa Allah telah memberikan suatu rencana
   sehingga seekor domba dapat dikorbankan untuk menghapus dosanya.
   Artinya, domba itu harus menderita hukuman sebagai pengganti orang
   berdosa tersebut. Dengan demikian dosa-dosanya dapat diampuni.
   Bacalah Imamat 4:32-35.
   Andai kata orang tadi memohon, "Biarkanlah saya mengakui dosa saya
   padamu dan barangkali Allah akan mengampuninya." Maka imam itu akan
   menjawab, "Tidak! Sesuai ketetapan Allah, di mana ada dosa, di situ
   juga harus ada kematian untuk membayar hukuman atas dosa tersebut."
   Ia mungkin berkata, "Saya berjanji bahwa saya tidak akan melakukan
   dosa lagi. Dapatkah dosa ini diampuni tanpa mengorbankan seekor
   domba?" Imam akan menjawab, "Tidak, sesuai dengan ketetapan Allah,
   jika seseorang ingin agar dosa-dosanya diampuni, maka harus ada
   darah yang tertumpah" (Ibrani 9:22). Akhirnya, setiap manusia perlu
   meyadari bahwa jika dia benar-benar menghendaki agar dosa-dosanya
   dapat diampuni, ia harus mengikuti ketetapan Allah, yaitu
   mengorbankan seekor anak domba sebagai pengganti.
2. Jenis Domba yang Dibutuhkan
   Allah telah menguraikan secara jelas dalam Alkitab bahwa jenis anak
   domba yang dikorbankan harus yang terbaik atau tanpa cacat; tidak
   sakit, terluka, atau yang tidak sempurna. Oleh sebab itu, ketika
   seseorang membawa seekor anak domba kepada Imam, dia akan
   memeriksanya dengan sangat cermat untuk meyakinkan bahwa anak domba
   tersebut benar-benar telah memenuhi semua kriteria (memiliki semua
   kualitas) yang ditetapkan dalam PL.
   Allah sendiri telah menyampaikan pernyataan mengenai Yesus
   demikian, "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan"
   (Matius 3:17). Yesus adalah satu-satunya pribadi yang memenuhi
   semua kualifikasi seperti anak domba dalam PL. Dia adalah pribadi
   yang sempurna dan tanpa dosa. Dengan demikian, Dia dapat menjadi
   korban "Anak Domba" untuk menggantikan hukuman atas dosa-dosa kita.
3. Kematian Anak Domba adalah untuk Orang Berdosa
   Jika domba yang dibawa telah dipandang baik oleh imam, ada dua hal
   akan terjadi. Pertama, si pembawa korban akan meletakkan tangan
   mereka di atas kepala anak domba tadi dan mengakui dosanya. Ini
   adalah suatu gambaran bahwa dosa yang telah diakui orang itu telah
   dipindahkan dan diletakkan di atas anak domba tersebut.
   Kedua, domba yang memikul dosa dan kesalahan orang tadi harus mati.
   Imam membawa domba tersebut dan dikorbankan menurut petunjuk yang
   diberikan oleh Allah. Anak domba yang tak bersalah itu telah mati
   untuk manusia yang bersalah.
   Inilah yang terjadi ketika Yesus mati di atas kayu salib. Sebagai
   Anak Domba Allah, Dia menanggung dosa-dosa kita pada diri-Nya
   sendiri. Dia menderita dan mati oleh karena dosa-dosa kita. Hal ini
   terjadi supaya kita memperoleh pengampunan dosa dan kehidupan kekal
   selama-lamanya. "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya
   menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh
   Allah" (2Korintus 5:21).
4. Jalan Pengampunan Dosa
   Melalui pelajaran ini, Anda perlu memahami beberapa hal secara
   jelas. Ini benar dalam masa PL dan juga masa kini, jika seseorang
   mencari pengampunan atas dosa-dosanya, hal-hal berikut inilah yang
   harus terjadi.
   a. Dia harus menyadari bahwa dia telah berdosa terhadap Allah.
      "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan
      kemuliaan Allah" (Roma 3:23).
   b. Dia harus sungguh-sungguh menyesal atas dosa-dosa-nya. Dia harus
      mau meninggalkan semua dosa-dosanya. Allah tidak akan menerima
      suatu korban tanpa ada penyesalan yang dalam (Amos 5:21-24).
   c. Dia harus menerima rencana pengampunan Allah. Hanya ada satu
      cara untuk pengampunan, yaitu melalui Yesus Kristus Anak Domba
      Allah.
   Dengan mengerti hal-hal di atas dan tentang korban domba, Anda
   dapat lebih mengerti akan apa yang dimaksud Yohanes Pembaptis
   ketika dia memanggil Yesus dengan sebutan "Anak Domba Allah". Yang
   dia maksudkan ialah bahwa Yesus adalah Juru Selamat tanpa dosa yang
   telah Allah utus ke dalam dunia untuk mati menanggung dosa-dosa
   kita.

B. KEHIDUPAN YESUS DI DUNIA TELAH DINUBUATKAN
Dalam pelajaran ini, kita akan mempelajari beberapa kebenaran agung
yang berhubungan dengan Tuhan kita, Yesus Kristus, sebagaimana
diajarkan dalam firman Tuhan, yaitu Alkitab. Ratusan tahun sebelum
Yesus lahir, para nabi dari Perjanjian Lama (PL) telah banyak
berbicara tentang pesan Allah kepada manusia. Pesan itu adalah bahwa
Allah akan mengirimkan seorang Juru Selamat (seseorang yang akan
membebaskan manusia dari dosa dan menjadikannya benar di hadapan
Allah) ke dalam dunia. Mereka tidak hanya membicarakan prosesi
kedatangan-Nya, tetapi juga hal-hal tertentu yang akan terjadi dalam
kehidupan-Nya.
Ayat Hafalan:
   "Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barang siapa percaya
    kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-
    Nya." (Kisah Para Rasul 10:43)
Ayat tersebut adalah perkataan Rasul Petrus ketika berkhotbah di
hadapan sekelompok orang. Dia mengingatkan mereka akan semua yang
telah dikatakan para nabi tentang Yesus dan bagaimana keselamatan
(menjadi benar di hadapan Allah) dapat diterima lewat iman dalam
Yesus. Artinya, semua hal yang berhubungan dengan diri-Nya telah
diberitahukan (dinubuatkan) jauh sebelum ia lahir ke dalam dunia ini.
1. Tempat Kelahiran-Nya Telah Dinubuatkan Sebelumnya (Mikha 5:1)
   Mikha menyampaikan kata-kata ini lebih dari tujuh ratus tahun
   sebelum Yesus dilahirkan. Memang mustahil bagi manusia bisa
   mempunyai pengetahuan seperti itu. Hanya oleh Roh Kudus yang bisa
   memberitahukannya. Melalui Matius 2:1-6 kita tahu bahwa Yesus
   adalah orang yang menggenapi nubuat dalam PL ini.
2. Perawan yang akan Melahirkan Telah Dinubuatkan (Yesaya 7:14)
   Ketika Yesaya berbicara tentang seorang perawan yang akan
   melahirkan Yesus, ia sama sekali tidak tahu kapan hal itu akan
   terjadi. Ini juga merupakan sesuatu yang mustahil bahwa seorang
   perawan dapat melahirkan, jika bukan karena kuasa dari Allah yang
   menyebabkan perkara itu bisa terjadi. Tetapi dari Lukas 1:26-35,
   kita tahu bagaimana Maria, seorang perawan (dia belum menikah),
   menjadi ibu Yesus. Meskipun Yusuf diketahui sebagai ayah Yesus,
   firman Allah mengajarkan dengan jelas kepada kita bahwa Yusuf dan
   Maria tidak hidup bersama sebagai suami istri sampai Yesus lahir.
   Kita mempelajari hal ini dalam Matius 1:18-25. Semuanya terjadi
   tepat seperti yang Allah firmankan Allah lewat Nabi Yesaya.
3. Yesus Mempunyai Roh Kudus yang telah Dinubuatkan (Yesaya 42:1)
   Ketika membaca PB, kita menemukan janji yang telah diucapkan oleh
   Yesaya ini benar-benar digenapi. Yesus dipenuhi Roh Allah, yang
   disebut Roh Kudus dalam PB. Bacalah dengan teliti Yohanes 1:32-34.
   "Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman
   Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.
   Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-
   Nya" (Yohanes 3:34-35).
4. Penolakan Manusia akan Yesus telah Dinubuatkan (Yesaya 53:3)
   Sudah bertahun-tahun orang Israel menantikan seorang Juru Selamat
   sebagaimana dinubuatkan oleh para nabi. Tetapi mereka tidak tahu
   seperti apa Juru Selamat yang akan diutus Allah kepada mereka.
   Mereka mengharapkan seorang Juru Selamat yang bisa menyelamatkan
   mereka dari musuh-musuh Israel dan memberikan kekayaan dan kuasa
   yang besar. Tapi Allah mengutus Yesus bukan untuk melakukan
   keinginan manusia tapi untuk menyelamatkan manusia dari dosa-dosa
   mereka. Karena itu Yesus datang memberitahukan tentang dosa manusia
   dan kebutuhan untuk berpaling dari dosa-dosa mereka. Manusia
   menjadi menolak Yesus. Nubuat ini telah disampaikan lama sebelum
   terjadi dan dari kitab PB kita membaca bagaimana pemerintah dan
   pemimpin agama membenci Yesus dan akhirnya memakukan-Nya di atas
   kayu salib. Bacalah penolakan akan Yesus di dalam Matius 27:22-23,
   "Kata Pilatus kepada mereka, 'Jika begitu apakah yang harus
   kuperbuat dengan Yesus yang disebut Kristus?' Mereka semua berseru.
   'Ia harus disalibkan!' Katanya, 'Tetapi kejahatan apakah yang telah
   dilakukan-Nya?' Namun mereka makin keras berteriak, 'Ia harus
   disalibkan!'"
5. Yesus Masuk ke Yerusalem Telah Dinubuatkan (Zakharia 9:9)
   Nubuat ini menerangkan dengan jelas bagaimana Yesus masuk ke
   Yerusalem dengan kemenangan-Nya, seperti manusia yang rendah hati
   mengendarai seekor keledai. Sekarang bacalah Matius 21:1-9.
   Peristiwa ini juga terjadi dalam hidup Yesus tepat seperti yang
   telah dijanjikan Nabi Zakharia jauh sebelumnya.
6. Pengkhianatan akan Yesus Telah Dinubuatkan (Mazmur 41:10)
   Ayat ini menceritakan kepada kita bahwa pengkhianatan terhadap
   Yesus dilakukan oleh seorang sahabat karib-Nya. Sahabat yang
   dimaksud ialah Yudas Iskariot. Dia hidup bersama Yesus selama 3
   tahun sebagai salah seorang murid-Nya. Dia ikut melayani, tapi
   hatinya tidak benar dihadapan Allah. Dalam Yohanes 12:6 dikatakan
   bahwa hal itu dikatakannya bukan karena ia memerhatikan nasib
   orang- orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia
   sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
   Karena cintanya akan uang, dia setuju mengkhianati Yesus dan ini
   merupakan penggenapan dari nubuatan dari Mazmur 41:10, "Bahkan
   sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah
   mengangkat tumitnya terhadap aku." Bacalah bagaimana nubuat
   tersebut telah digenapi dalam Matius 26:14-16.
7. Kematian Yesus telah Dinubuatkan
   Dalam PL, banyak nubuat yang menceritakan kematian Yesus, yang
   tidak bisa dipelajari semuanya dalam pelajaran singkat ini. Kita
   akan memerhatikan beberapa dari nubuatan-nubuatan itu. Pertama,
   bacalah kematian Yesus di atas kayu salib dalam Matius 27:27-50.
   Sekarang, mari kita lihat beberapa ayat dalam PL yang menubuatkan
   peristiwa-peristiwa yang benar terjadi dari kematian Yesus itu.
   a. Yesus berseru kepada Allah, "Allahku, Allahku, mengapa Engkau
      meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan
      tidak menolong." (Mazmur 22:2). Digenapi dalam Matius 27:46,
      "Kira-Kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: 'Eli,
      Eli lama sabakhtani?' Artinya: AllahKu AllahKu, mengapa Engkau
      meninggalkan Aku?"
   b. Manusia mengolok-olok dan membenci Dia. Perhatikan, "Tetapi aku
      ini ulat dan bukan orang, cela bagi manusia, dihina oleh orang
      banyak. Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka
      mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya. 'Ia menyerah
      kepada Tuhan; biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia
      berkenan kepadanya?'" (Mazmur 22:7-9). Bacalah Matius 27:39-43
      sebagai penggenapannya.
   c. Paku-paku dipakukan ke dalam tangan dan kaki-Nya. "Sebab anjing-
      anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku,
      mereka menusuk tangan dan kakiku" (Mazmur 22:17). Bacalah
      Yohanes 20:25, "Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya,
      'Kami telah melihat Tuhan!' Tetapi Tomas berkata kepada mereka,
      'Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku
      mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan
      tanganku ke dalam lambung-Nya sekali-kali aku tidak akan
      percaya.'
   d. Mereka bertaruh untuk pakaian Yesus. "Mereka mambagi-bagi
      pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas
      jubahku" (Mazmur 22:19). Bandingkan dengan Matius 27:35,
      "Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagikan pakaian-Nya
      dengan membuang undi."
   e. Kematian-Nya di atas kayu salib adalah karena dosa-dosa kita.
      "Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia
      diremukkan oleh karena kejahatan kita: ganjaran yang
      mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya dan oleh
      bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti
      ombak, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi
      TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian"
      (Yesaya 53:5-6). Baca dalam 2Korintus 5:21, "Dia yang tidak
      mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya
      dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah."
   f. Dia tetap diam dalam pengadilan. "Dia dianiaya, tetapi dia
      membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak
      domba yang dibawa ke pembantaian" (Yesaya 53:7b). Digenapi dalam
      Matius 27:12-14, "Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam
      kepala dan tua-tua terhadap Dia Ia tidak memberi jawab apa pun.
      Maka kata Pilatus kepada-Nya: 'Tidakkah Engkau dengar betapa
      banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?' Tetapi Ia
      tidak menjawab satu kata pun sehingga wali negeri itu sangat
      heran."
   g. Dia dipandang sebagai seorang berdosa. "Sebab itu Aku akan
      membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia
      akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai
      ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan
      karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun
      ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-
      pemberontak" (Yesaya 53:12). Bacalah Markus 15:27, "Bersama
      dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah
      kanan-Nya dan seorang di sebelah kiri-Nya."
8. Kebangkitan Yesus telah Dinubuatkan (Mazmur 16:10)
   Sekarang, bacalah Kisah Para Rasul 2:22-27. Ketika Petrus
   berkhotbah pada hari Pentakosta, dia menggunakan ayat-ayat dari
   Mazmur 16:10 sebagai bukti bahwa Allah telah menubuatkan
   kebangkitan Yesus. Ketika Petrus selesai menyampaikan pesannya,
   banyak orang insaf bahwa Yesus telah memenuhi nubuat-nubuat dalam
   PL. Mereka kemudian percaya bahwa Yesus pasti Juru Selamat yang
   dijanjikan dalam PL. Hari itu, sekitar tiga ribu orang berpaling
   dari dosa- dosa mereka dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru
   Selamat mereka. Ketika mereka melakukan hal ini, mereka menerima
   pengampunan dosa dan hidup yang kekal.